Mengapa Dana Tunai BPKB Mobil Tua Sulit Dijadikan Agunan?

Cukup banyak yang bertanya kepada Nonadana terkait dengan program gadai bpkb mobil tua yang tidak dapat diproses. Di hanpir semua leasing resmi dan perbankan, biasanya menerapkan batas usia kendaraan 10 tahun hingga 15 tahun saja. Begitu pula kebijakan perusahaan kami. Tertulis pada fitur unggulan, batasan usia maksimal 13 tahun saja yang bisa diterima (poin pertama).

Penolakan Pinjaman Jaminan BPKB Mobil Tua

Adapun alasan penolakan agunan bpkb mobil dengan usia lebih dari 13 tahun di Nona Dana dan sebagian perusahaan keuangan di Indonesia adalah sebagai berikut:jaminan gadai bpkb kendaraan tua

  1. Perlindungan asuransi. Maskapai asuransi memiliki peraturan terkait batasan usia kendaraan yang bisa dicover. Dan sebagai lembaga keuangan, kami harus selaraskan dengan kebijakan rekanan kami. Ingat, bisnis pinjaman uang adalah usaha yang cukup beresiko. Bukan saja terhadap kredit macet, tetapi juga terhadap resiko kerusakan agunan. Survey membuktikan bahwa kendaraan yang masih kredit lalu hilang, atau mengalami kerusakan parah, maka biasanya berpengaruh terhadap pembayaran angsuran nasabah. Jika mobil atau truk anda hilang, apakah anda akan tetap membayar angsuran sampai selesai? Inilah penyebab utama penolakan agunan bpkb truk dan mobil usia yang tua. Jika anda menemukan perusahaan pembiayaan yang berani menerima jaminan bpkb kendaraan tua sebelum tahun 2000 atau bahkan 80an dan 90an, sebaiknya pastikan apakah kreditnya dicover asuransi?
  2. Resale value. Perusahaan kami cukup sulit untuk melakukan lelang aset terhadap mobil tarikan yang tua. Sangat jarang bidder peserta lelang yang memberikan penawaran. Di dunia leasing, jika ada aset agunan yang tidak keluar dalam waktu 1 bulan, biasanya membebani opex. Selain kontrak tidak dapat ditutup buku, juga menimbulkan biaya lain. Seperti sewa gudang tarikan, biaya perawatan kendaraan dan lain-lain.
  3. Rasio Kolektibilitas (performance collection). Jumlah mobil yang tua untuk dijadikan jaminan gadai sangat terbatas. Di masyarakat juga tercermin kondisi seperti ini. Artinya, jika hanya ada 10 unit yang masuk dalam sebulan untuk usia kendaraan di bawah tahun 2000 dan terjadi kemacetan 1 unit saja, akan berpengaruh pada prosentase menjadi 10%. Ini merupakan nilai kesehatan perusahaan yang buruk. Ingat, pihak otoritas sangat memperhatikan rasio kredit macet (NPL) secara prosentase pada perusahaan pembiayaan dan jasa keuangan.
  4. Tingkat tanggung jawab konsumen. Kondisi ini berkebalikan pada sebuah leasing kredit pembelian (bukan pinjaman dana tunai). Di leasing itu, kredit macet sering terjadi pada mobil baru, alias usia mobil kurang dari 12 bulan. Di perusahaan pembiayaan peminjaman uang jaminan bpkb, kredit macet didominasi oleh mobil tua dengan usia sebelum 2010.
  5. Imbas bunga tinggi. Bukan menjadi rahasia bahwa strategi penerapan suku bunga juga dipengaruhi oleh tingkat resiko. Imbas dari poin keempat di atas menyebabkan suku bunga semakin besar jika mobil semakin tua usianya. Pada angka tertentu, masyarakat keberatan pastinya. Dan akhirnya batal mengajukan pinjaman. Jadi atas dasar resiko bisnis yang makin besar dan suku bunga bakal melambung, maka kami tidak dapat mengakomodasi pemilik kendaraan tua.

Demikianlah alasan yang dapat disampaikan terkait dengan kebijakan batas usia mobil yang dapat digadai bpkbnya. Jika ingin ajukan pinjaman kredit dan disetujui bank dan leasing pastikan ajukan agunan dalam batas usia kendaraan yang dapat diakomodir. Kami harap masyarakat dapat memahami kebijakan perusahaan pembiayaan kami.

Comments are closed.