Lolos Take Over BPKB Kredit Mobil di Leasing & Bank

Program take over kredit mobil sebenarnya tidak banyak ditawarkan oleh leasing dan bank di Indonesia. Ada banyak alasan dan pertimbangan bahwa mereka tidak dapat menjalankan layanan ini. Selain terkait dengan resiko yang cukup besar saat mengeluarkan dana talangan penebusan bpkb, program ini juga cukup dilematis. Take over bpkb mobil dari bank atau leasing lain (termasuk pegadaian maupun COP) sebenarnya juga menunjukkan bahwa kondisi keuangan sebagian nasabah sedang bermasalah.

Jika anda amati pada program gadai bpkb kami, Take over leasing dan bank atau sering juga disebut over alih pembiayaan, juga menjadi salah satu penawaran menarik bagi masyarakat. Tetapi cukup banyak keluhan dari calon nasabah yang tidak lolos persetujuan. Dan pada ulasan ini, kami mencoba berbagi tips agar permohonan pinjaman uang jenis ini dapat disetujui.

pinjaman take over bpkb kredit dari leasing mobil

Tips Lolos Over Alih Pembiayaan

Jika anda ingin lolos persetujuan kredit take over, maka perlu perhatikan beberapa saran berikut ini:

Baca juga: Cara Agar Pinjaman Disetujui Bank & Leasing

  1. Program over alih yang dimaksud adalah memindahkan leasing atau bank, bukan mengganti kepemilikan. Jadi mobil tetap milik nasabah, dan proses kredit diulang kembali di leasing bpkb Nonadana.com.
  2. Pemohon pinjaman take over adalah orang yang sama, yang terdaftar resmi di bank atau leasing. Apapun alasannya, jika anda meneruskan kredit orang lain atau keluarga sendiri tidak dapat diproses. Karena dari sisi hukum, pemilik sah mobil kreditan adalah yang terdaftar di lembaga keuangan tersebut. Percuma saja anda tunjukkan bukti bahwa andalah yang selama ini membayar angsuran, jika legalitas kontrak kredit bukan atas nama anda!
  3. Hanya nasabah dengan catatan pembayaran bagus saja yang bisa diproses. Hindari 3 bulan terakhir terdapat denda keterlambatan. Kondisi denda yang muncul dalam 3 bulan terakhir adalah bukti otentik ketidak-mampuan debitur secara finansial. Sekalipun anda bisa tunjukkan deposito milyaran, tetapi rasa tanggung jawab anda kurang dalam kewajiban pembayaran cicilan tepat waktu. Leasing pasti tidak bersedia menerima pemindahan nasabah bermasalah!
  4. Lengkapi data history payment! Ini adalah bukti otentik kemampuan anda. Semua perusahaan yang menyediakan layanan take over mobil (bpkb-nya), pasti meminta syarat dokumen ini. Jadi, mintalah dokumen tersebut ke lembaga kredit sebelumnya, agar proses oper alih kredit dapat dijalankan.
  5. Pastikan terjadi selisih surplus antara nilai refinancing di tempat gadai kami dengan nilai pelunasannya. Misalnya taksasi simulasi pencairan kami bernilai maksimal 100 juta, maka sisa hutang yang dilunasi wajib di bawah 80 juta. Jadi ada selisih dana segar sebesar minimal 20 juta yang dapat dipakai oleh debitur. Hal ini berarti bahwa hanya sisa hutang yang kecil saja yang bisa dicover. Misalnya sisa 12 bulan lagi akan lunas, barulah bisa diproses!
  6. Program oper alih leasing ini hanya bisa dijalankan jika kebijakan pengeluaran bpkb di perusahaan pembiayaan (termasuk bank atau pegadaian) sebelumnya kurang dari 7 hari! Hal ini terkait tanggung jawab pengeluaran dana talangan yang biasanya wajib ditutup sebelum 7 hari.
  7. Terkait dengan poin keenam, selisih dana segar hanya bisa ditransfer ke debitur jika bpkb telah masuk ke kantor kami. Kebijakan ini berlaku di SEMUA leasing bpkb yang menyediakan program take over.

Demikianlah informasi terbaik berupa saran tepat agar pinjaman take over anda (program kredit bpkb mobil) dapat disetujui oleh bank maupun leasing. Seluruh tips di atas bersifat mutlak. Salah satu saja tidak terpenuhi, biasanya tetap ditolak. Anda dapat menerapkan tips oper alih ini pada produk lain seperti KPR atau kredit motor. Penjelasan di atas terkait dengan kendaraan mobil karena kami hanya dapat melayani roda empat saja. Jika anda tertarik, silakan pelajari alur pengajuan dan mekanisme pinjaman dana kami.

Comments are closed.