Faktor Penentu Simulasi Pinjaman Jaminan BPKB Mobil

Bagi masyarakat awam yang belum mengenal seluk beluk pinjaman jaminan bpkb (mobil maupun truk), mungkin menganggap bahwa simulasi gadai (kredit) memiliki hasil perhitungan cicilan yang sama walaupun agunannya berbeda. Atau sebagian lagi menganggap bahwa perbedaan antar merek dan tipe memiliki hasil perhitungan yang tidak jauh. Dan pendapat ini salah besar. Karena ada berbagai faktor penentu yang berpengaruh, sehingga nilai cicilan bisa berbeda cukup lebar pada nilai pencairan yang sama.

cara hitung angsuran

Faktor Simulasi Gadai

Adapun yang mempengaruhi hasil perhitungan simulasi kredit pada pinjaman agunan bpkb mobil di bank atau perusahaan pembiayaan adalah sebagai berikut:

  1. Klasifikasi Merek. Di perusahaan keuangan, merek mobil dibagi atas beberapa klasifikasi. Dan sebagian besar menerapkan 3 klasifikasi. Yaitu kategori A (merek dengan populasi tinggi), kategori B (kendaraan dengan jumlah populasi sedikit dan kategori C (mobil premium). Klasifikasi pada simulasi pinjaman ini berpengaruh pada tingginya pencairan dan penerapan suku bunga. Semakin banyak jumlah populasinya, maka bunga makin murah dan nilai plafon pencairan makin tinggi. Tidak heran jika beberapa tipe dari merek Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda dan Mitsubishi, menjadi bidikan market paling dicari oleh leasing. Dan pemilik mobil merek tersebut dimanjakan dengan plafon dan bunga murah.
  2. Tipe dan varian Kendaraan. Dalam setiap merek, tidak semua tipe dan varian memiliki cara dan hasil perhitungan simulasi kredit dengan benefit sama. Misalnya antara Toyota Avanza dengan Prius. Tentu saja diterapkan bunga dan plafon prosentase pencairan dana yang berbeda. Hal ini selain juga disebabkan populasinya, juga dipengaruhi nilai lelang jika unit ditarik. Percayalah, bidder peserta lelang yang memiliki showroom mobil bekas pasti menawar dengan harga tinggi untuk avanza. Karena peminatnya banyak. Pada contoh lain yang ekstrem adalah tipe mobil dan tahun sama tetapi variannya berbeda. Misalnya Toyota Alphard G series, V series dan Vellfire. Selisih pencairan bisa ratusan juta.
  3. Tahun pembuatan kendaraan. Semakin tua usia agunan maka plafon pencairan pinjaman makin kecil dan bunganya makin besar. Dan pada kondisi tertentu, suku bunga yang diterapkan sangat memberatkan masyarakat. Sementara itu bagi perusahaan leasing dan bank tidak memungkinkan memberikan bunga murah terkait resiko bisnis. Itulah sebabnya, ada pembatasan usia mobil yang dapat dijadikan jaminan (silakan baca: Dana Tunai Jaminan BPKB mobil tua).
  4. Lokasi Kota Domisili. Faktor ini sangat mempengaruhi cara hitung simulasi gadai bpkb mobil di Indonesia. Coba cek, harga jual sebuah mobil merek A dengan tipe dan tahun tertentu di Jakarta, lalu dibandingkan harganya dengan di kota Makassar. Maka terjadi selisih OTR yang cukup besar. Sekalipun prosentase plafon yang ditetapkan sama, tetapi nilai nominal cairnya cukup lebar perbedaannya. Jadi, beda kota maka berbeda pula hasil perhitungannya. Cara menghitung angsuran simulasi dan ketentuan bunga serta prosentase sebenarnya sama. Tetapi karena taksasi harga berbeda, maka hasilnya juga beda.
  5. Besarnya dana yang dipinjam. Jangan anda kira bahwa pada mobil dengan merek, tipe dan tahun sama, maka suku bunga yang diterapkan sama besarnya. Pendapat ini salah! Biar bagaimanapun, semakin kecil nilai dana yang dipinjam maka bunga semakin besar. Hal ini terkait dengan nominal profit yang diraih oleh lembaga keuangan perbankan maupun leasing. Biasanya nilai pinjaman di bawah 30 juta diterapkan suku bunga di atas 1% per bulan. Sedangkan simulasi pinjaman uang di atas 100 juta, maka biasanya, bunga yang ditetapkan di bawah 1% per bulan.
  6. Kondisi Khusus. Semua jasa keuangan memiliki kebijakan khusus antar cabang. Misalnya jika ada cabang yang meningkat rasio kredit bermasalahnya (NPL), maka plafon pembiayaan tidak bisa diterapkan maksimal. Begitu pula dengan suku bunga yang ditetapkan. Biasanya relatif lebih tinggi guna menekan resiko kerugian kantor cabang. Selain NPL, radius kantor dengan domisili debitur, kondisi fisik unit mobil atau truck, pajak mati atau hidup, kepemilikan sudah BBN atau belum, dan lainnya. Semuanya ini berpengaruh pada nilai plafon dan penerapan bunga pada simulasi dan cara hitung angsuran (cicilan).
  7. Fungsi Kendaraan. Sudah menjadi rahasia umum bahwa jika nasabah ingin menjaminkan bpkb truk, box dan pick up, maka plafon pencairannya lebih rendah daripada jenis SUV, MPV, sedan dan minibus. Fungsi kendaraan operasional usaha (niaga) memiliki resiko yang tinggi untuk dibiayai. Selain itu, kondisi fisiknya tidak seprima kendaraan pribadi. Hingga sekarang, kami belum menemukan truk dengan body mulus seperti sedan.
  8. Pilihan maskapai asuransi. Tentu saja terjadi selisih cicilan yang cukup besar jika anda membandingkan antara kredit dengan coverage asuransi TLO dan Allrisk. Preminya selisih 3X lipat. Misalnya pinjaman senilai 50 juta, maka tarif presmi TLO sekitar 750 ribu per tahun. Sedangkan jenis allrisk mencapai hampir 2 juta per tahun. Jika anda memilih tenor 3 atau 4 tahun, maka lonjakan besarnya angsuran terlihat sangat lebar selisihnya.

Baca juga: Tips Agar Take Over BPKB Kredit Mobil Disetujui

Demikianlah penjelasan terkait hal-hal yang berpengaruh pada cara hitung simulasi pinjaman kredit di sebuah lembaga pembiayaan atau perbankan. Itulah sebabnya, kami selalu bertanya detail setiap ada nasabah yang meminta perhitungan simulasi pinjaman gadai. Pertanyaan marketing kami pasti terkait dengan faktor-faktor di atas.